Kamis, 17 Oktober 2013

Jangan Kelamaan jadi Orang Pintar

Bisnis…Bisnis..Bisnis……….!!! Sepertinya sudah tidak asing lagi mendengar kata bisnis di Perguruan Tinggi. Banyak kalangan orang menyalahgunakan dan menyalahartikan bisnis di perguruan tinggi ini. Sulitnya mencari pekerjaan saat ini dapat dijadikan salah satu alasan mahasiswa untuk berbisnis.

Menghasilkan uang dari bisnis yang dijalani tentunya memiliki kepuasan tersendiri bagi mahasiswa, karena hasil tersebut dapat digunakan untuk membiayai kuliah sendiri tanpa harus meminta uang orangtua lagi. Dalam melakoni bisnis kecil-kecilan, dengan modal yang tidak terlalu besar dapat dijalankan dengan mudah 

Masa sih cape-cape kuliah malah jadi pengangguran ??

Sebenarnya sulit untuk masuk ke pikiran masyarakat yang masih tabu akan pentingnya ilmu itu. Jujur, saya kuliah bukan untuk mencari kerja tapi saya mencari ilmu. Jika saya kuliah untuk mencari kerja, “BODOH” itu namanya. BODOH ?? ya. Saya bilang betapa bodohnya diri saya. Jika anda belum paham dengan tulisan saya, saya akan beri penjelasan  orang bodoh vs orang pintar yang saya ambil dari “MARIO TEGUH” :Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang - orang pintar ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan. Saya yakin pasti akan timbul pertanyaan :
1. Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
3. Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
4. Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

intinya jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

KUNCINYA :
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh

Diamanakah posisi anda saat ini Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan. Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Terima Kasih…..
kenapa orang kuliah ingin jadi cepat kerja?? karena rata – rata perusahaan mencari standar orang - orang yang notabene punya gelar. Orang punya gelar berarti pintar ( duh orang - orang HRD bodoh ) nah, seandainya sebuah perusahaan menerapkan skill bukan dari gelar pasti orang juga gak bakalan kuliah, mereka juga bisa belajar dari sumber lain. Ada lagi nih biasanya orang yang bergelar tinggi, mudah mencari kerja, lalu kenapa sekarang banyak mahasiswa setaraf S1 banyak yang nganggur ?!?!?!?! jangan salahkan mahasiswanya, tapi salahkan standar kelulusan universitas tersebut dalam mudahnya meluluskan mereka masih kurang ???
cari kaca, dan berkacalah apakah yang saya tulis ini benar ? 
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh. harusnya ditambahkan " yang kaya dan bernasib mujur", ditambahkannya dimana ?  
anda sudah tentu bisa menjawab pertanyaan ini 

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar / Saran / Kritik kalian akan sangat membantu dalam pengembangan Kisah Perjalanan ArrayDossu selanjutnya.

Mohon Bantuan dan Doanya....!!
Terima Kasih.

 
;